Seorang Bidadari

Posted: November 8, 2012 in Jurnal Ceritaku
Tags:

Kak,

Aku ingat ketika aku jatuh dulu, sewaktu aku berlari di gerimis sore itu. Aku lari dengan riangnya, ah sial, ada batu di situ, aku tak lihat. Aku tersandung dan jatuh mengantuk tanah. Kau ingat, Kak? Aku ingat betul kejadian itu. Jidatku berdarah, pertama kalinya jidatku berdarah. Aku menangis, aku ketakutan. Aku takut Kak, aku takut seandainya darahku habis atau luka itu tak dapat disembuhkan. Biasa, pemikiran anak kecil. Lalu kau datang, menghampiriku. Tak seperti biasanya, ketika aku menangis kau selalu marah, tapi kali ini tidak. Kau diam, langsung menggendongku yang sedang menangis. Aku dengar kau terisak saat itu, kau tidak marah tapi menangis. Sesampainya di rumah Ibu panik, dan kau dimarahi Ibu. Padahal itu salahku.

Kak,

Aku ingat ketika pelajaran prakarya sewaktu SD dulu. Kau ingat Kak? Aku ingat betul itu. Saat ketika kuputuskan membuat lukisan dengan batang ilalang. Aku kecil memang kretaif, untuk tidak menyebutnya aneh. Ketika batang ilalang itu habis, aku pergi mencarinya di pekuburan dekat rumah kita. Sore, saat senja mulai mewarnai langit kota kita. Kau tahu aku berbeda dengan anak lainnya, fantasi visualku bermacam-macam. Aku tidak berani pulang saat itu, aku menangis, banyak yang membuatku menangis sore itu. Entah, bagaimana caranya tiba-tiba ada kau di sebelahku. Merangkulku, menenangkanku atas tangisku.

Kak,

Aku ingat saat dulu aku pergi ke kota nan jauh dari tempat kecil kita dulu. Aku ingat saat itu aku hanya pergi bersama Ayah. Aku menangis Kak. Aku takut akan sangat merindukan Ibu. Aku takut sendirian Kak. Aku takut sekali. Tiba-tiba dari Jogja kau menelponku Kak. Mengingatkan bahwa semua akan baik-baik saja. Dan kau berjanji terus menjengukku di rumah nenek. Padahal aku tahu, di Jogja, di UGM sana, kau pasti sedang sibuk dengan urusan kuliahmu. Tapi kau tak ingkar janji Kak, sekalipun tidak. Kau rutin mengunjungiku, kau datang menghiburku. Kau datang menenangkanku saat aku sedang teramat rindu pada Ibu. Kau selalu ada Kak untukku.

Kak,

Aku juga ingat saat hari bahagiamu. Saat hari pernikahanmu. Akhirnya kau menikah Kak. Kau lebih memilih menikah tidak di Jakarta, kau putuskan menikah di Purworejo, di rumah nenek. Alasanmu agar kau dapat mengundang teman-teman semasa SMA-mu di sini. Tapi Aku tahu Kak, malam seusai acara bahagiamu aku tahu Kak. Ibu bercerita padaku. Kau ingin menikah di sini karena kau ingin aku bisa menghadiri acara sakralmu itu. Tapi aku tak menyadari itu, aku egois, lebih memilih kegiatanku. Aku terlalu sibuk dengan urusan mengejar ilmu, bahkan saat itu hari libur Kak. Ternyata pagi sebelum akad nikahmu Kau menangis mengadu pada Ibu. Kau ingin aku melihatmu.

Kak,

Aku ingat betul ketika aku diterima di UI, kampus impianku, kampus yang selalu Ayah banggakan dan mendoakanku untuk masuk di sana. Begitu mahal membayar uang masuknya, sungguh teramat mahal. Akhirnya aku mengajukan beasiswa keringanan, tapi hasilnya masih tetap mahal. Kau yang mebayarkan semua itu Kak, bukan Ayah, tapi kau. Katamu aku tidak boleh kuliah merepotkan Ayah. Aku ingat itu Kak. Hingga akhirnya kau tahu aku diterima di STAN. Aku menutupi kelulusanku dari semua orang. Kaulah yang pertama mengetahuinya Kak, kau yang memberitahu Ayah tentang itu. Saat Aku dipersimpangan hendak meninggalkan UI atau tidak, kau menasihatiku Kak. Aku ingat betul kata-katamu, untuk tidak merepotkan Ayah saat kuliah.

Kakak,

18 tahun aku mengenalmu. Hari ini 8 November, hari ulang tahunmu, 28 tahun kau hidup di dunia ini. Belasan tahun aku mengenalmu, walau seringkali kita beradu paham, tapi tiada orang lain sebaik dirimu di dunia ini Kak. Hanya kamu. Selamat ulang tahun kakakku. Begitu banyak pelajaran yang aku dapatkan darimu. Semoga Tuhan selalu menyehatkanmu, membahagiakanmu, dan memudahkan rizkimu. Selamat ulang tahun kakakku sayang.

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s